Sabtu, 11 Juni 2016

Apakah Logaritma itu?

Ditinjau dari asal usul katanya, kata Logaritma mempunyai riwayat yang cukup aneh.  Ada masa ketika para ahli bahasa menemui kesulitan melacak asal kata ini. Sampai akhirnya para matematikawanlah yang menemukan asal kata Logaritma ini. Kata Logaritma dipercaya berasal dari nama penulis Arab bernama Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi.  Seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (Khiva, Uzbekistan sekarang) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.  Al-Khuwarizmi dalam lidah orang Eropa menjadi Algorism. Dalam perkembangannya kata algorism perlahan berubah menjadi Algorithm.  Dalam Bahasa Indonesia, kata Algorithm diserap menjadi Algoritma. Kamus Besar Bahasa Indonesia meyebutkan kata Logaritma untuk ejaan bakunya. Yang menarik adalah, dalam perkembangannya logaritma yang awalnya adalah konsep matematika, perlahan lahan diadaptasi menjadi langkah langkah komputasi dalam teknologi informasi.
            Logaritma telah menemukan definisi barunya menjadi “langkah-langkah penyelesaian masalah yang urutannya disusun secara sistematis dan logis”. Ruh matematika dipergunakan dalam telematika. Perkawinan logaritma dan bahasa pemrograman telah menghasilkan jutaan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan manusia modern. Dengan definisi baru tersebut, logaritma dapat dipergunakan dalam bidang apapun, termasuk resep dapur yang mensyaratkan urut urutan memasukan bumbu ke dalam wajan.

            Ide penggunaan logaritma dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah pun mengadaptasi aturan logaritma yang mensyaratkan sistematika dan logika. Sistematika dan logika RTRW perlu disusun guna menghasilkan logaritma pencarian informasi ruang. Diharapkan pencarian dengan logaritma menyuguhkan hasil yang lebih baik dari cara membuka-baca  konvensional.