Ditinjau dari asal usul katanya, kata Logaritma mempunyai riwayat
yang cukup aneh. Ada masa ketika para ahli bahasa menemui kesulitan melacak asal kata ini. Sampai akhirnya para matematikawanlah yang menemukan asal kata Logaritma
ini. Kata Logaritma
dipercaya berasal dari nama penulis Arab bernama Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi,
dan geografi. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (Khiva, Uzbekistan sekarang)
dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Al-Khuwarizmi dalam lidah orang Eropa menjadi Algorism. Dalam
perkembangannya kata algorism perlahan berubah menjadi Algorithm. Dalam Bahasa Indonesia, kata
Algorithm diserap menjadi Algoritma. Kamus Besar Bahasa Indonesia meyebutkan kata Logaritma untuk ejaan bakunya.
Yang menarik adalah, dalam perkembangannya logaritma
yang awalnya adalah konsep matematika, perlahan lahan diadaptasi menjadi
langkah langkah komputasi dalam teknologi informasi.
Logaritma
telah menemukan definisi barunya menjadi “langkah-langkah penyelesaian
masalah yang urutannya disusun secara sistematis dan logis”. Ruh
matematika dipergunakan dalam telematika. Perkawinan logaritma dan bahasa
pemrograman telah menghasilkan jutaan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan manusia
modern. Dengan
definisi baru tersebut, logaritma dapat dipergunakan dalam bidang apapun,
termasuk resep dapur yang mensyaratkan urut urutan memasukan bumbu ke dalam
wajan.
Ide
penggunaan logaritma dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah pun mengadaptasi
aturan logaritma yang mensyaratkan sistematika dan logika. Sistematika dan
logika RTRW perlu disusun guna menghasilkan logaritma pencarian informasi
ruang. Diharapkan pencarian dengan logaritma menyuguhkan hasil yang lebih baik
dari cara membuka-baca konvensional.